Resep Memulai Bisnis dari Teddy P Rahmat

Recomended


Resep Memulai Bisnis dari Teddy P RahmatResep Memulai Bisnis dari Teddy P Rahmat - Setidaknya terdapat empat hal sederhana yang patut dicermati sebelum berbisnis. Menurut pengusaha yang juga mantan CEO PT Astra Internasioanl Tbk, Theodore Permadi Rachmat yang akrab disapa Teddy P Rachmat, sebelum berbisnis pilihlah yang lahannya subur dan anginnya kencang, buat keunikan dari bisnis itu, buat dominansi, dan ciptakan merek.


Menurutnya, sebelum memulai bisnis, calon pebisnis selayaknya mencari lahan subur, yakni masuk ke bidang-bidang yang dinilai menjanjikan.

"Setelah itu, ciptakan keunikan yang terstandarisasi dari bisnis Anda. Tanpa keunikan, bisnis Anda tidak akan ada apa-apanya, bahkan seseorang individu tanpa keunikan hanya akan sekadar menjadi angka-angka saja," ujar seperti dilansir Tribunnews.com.

Terkait dengan dominansi dan merek calon pebisnis, menurut dia, harus membuat bisnisnya dominan dan dikenal oleh masyarakat.

Dia mengatakan bahwa keempat hal tersebut sederhana, dan biasa ditemukan dalam teori-teori bisnis kebanyakan. Keempatnya, menurut dia, bergantung pada eksekusi atau implementasi.

"Dalam bisnis, yang paling sulit adalah eksekusi atau implementasinya. Lebih baik strategi sederhana, namun implementasi dari setiap prosesnya sempurna agar bisnisnya berkelanjutan," ujar pengusaha yang menduduki peringkat 16 orang terkaya di Indonesia ini.

Sementara itu, dalam hal eksekusi proses bisnis, dia mengatakan diperlukan seseorang yang berkarakter, memiliki hasrat, dan keinginan kuat dalam membangun bisnisnya, memiliki kompetensi, dan nilai.

Baca juga :5 Jurus Menjadi Entrepreneur Sukses
"Proses yang baik, jika ingin eksekusi baik, diperlukan orang-orang yang punya karakter, 'passion', serta kompetensi, dan nilai. Nilai di sini maksudnya orang tersebut mampu transparan, baik, mau berbagi, dan rendah hati," kata dia.

Dia juga menyampaikan bahwa bisnis yang baik harus dipimpin oleh pemimpin yang mampu menjadi teladan, memiliki ambisi yang tidak pernah padam, mampu menghargai setiap bawahannya di dalam organisasi, dan menciptakan suasana nyaman dalam organisasi.

"Pemimpin bisnis harus mampu memberikan penghargaan bagi bawahan. Penghargaan itu tidak selalu berarti uang, bisa juga sebuah 'opportunity' atau kesempatan karier," kata dia.