Dalam jual-beli properti, adakah suatu prosedur transaksi yang harus diperhatikan?

Recomended


Dalam jual-beli properti, adakah suatu prosedur transaksi yang harus diperhatikan? - Dalam jual-beli properti, adakah suatu prosedur transaksi yang harus diperhatikan? Jawabannya Ada.

Dalam jual-beli properti, adakah suatu prosedur transaksi yang harus diperhatikan?

Setiap perjanjian yang bermaksud memindahkan hak atas tanah harus dibuat oleh dan di hadapan pejabat yang berwenang yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, yaitu Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). 


Sebelum melakukan jual-beli, PPAT akan meminta Anda untuk menyerahkan sertifikat properti, serta dokumen-dokumen lain untuk diperiksa pada instansi yang berwenang (Badan Pertanahan Nasional/BPN) apakah properti tersebut aman untuk diperjualbelikan.

Dalam praktik di masyarakat, ada saja properti yang tidak atau belum dapat ditransaksikan karena adaanya suatu masalah. Antara lain disita, dijaminkan ke Bank, nama yang tercantum dalam sertifikat berbeda dengan Penjual, atau masa berlakunya suatu hak atas tanah akan berakhir.
Properti dengan keadaan seperti itu bukan berarti mutlak tidak dapat ditransaksikan. Untuk penyelesaiannya memerlukan penanganan tertentu yang harus dilihat kasus per kasus, seperti pengangkatan sita, roya, atau melengkapi surat keterangan ahli waris dan lain sebagainya.

Agen properti yang profesional serta didukung dengan produk dan servis yang lengkap, akan membantu Anda untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam transaksi, serta mencarikan solusi dan asistensi atas masalah transaksi properti yang muncul.